Friday, 2 December 2011

MUHASABAH HATIKU


"Radliitu billaahi Rabba
Wa bilislaamidiina
wa bi muhammadin nabiyya wa rasuula"

“Aku ridha (rela) Allah sebagai Rabbku...
Islam sebagai agamaku ...
dan Muhammad sebagi Nabi dan Rasul-Nya”,

sungguh sebuah ikrar yang sangat sederhana
tetapi bermakna sangat luas.

Ridha kepada Allah berarti ridha terhadap semua hukum-Nya,
ridha terhadap qadha dan qadar-Nya
baik yang jelek ataupun yang baik,
yang pahit ataupun yang manis.

Subhanallah, saat saya menulis ini, saya merasakan
bahwa saya hanya seseorang makhluk yang sangat tidak berarti apa-apa.
Selama ini Saya sering mendengar kalimat tersebut,
tetapi sepertinya belum pernah saya merasakan ketakutan sebesar ini.
Takut apakah saya benar-benar telah ridha terhadap Allah,
ridha sebagai seorang muslim yang way of life nya Islam,
dan ridha bernabikan Muhammad Shalallaahu 'alaihi wa sallam.

Astaghfirullah…
terbayang begitu banyak tumpukan dosa yang telah saya buat,
saya sering mengeluh dengan apa yang selama ini saya dapatkan,
saya sering merasa kurang dan tidak memiliki apapun
dibandingkan orang lain di sekitar saya.

Kenapa saya belum bisa ridha dengan qadha dan qadar
yang telah digariskan oleh-Nya.
Saya merasa saya sangat jauh dari bersyukur
dengan apa yang saya miliki: Kesehatan, keluarga, teman dan cinta Allah
yang selama ini selalu saya lupakan.
Saya terlalu mengharap cinta dari manusia yang ternyata hanya sia-sia,
cinta yang semu karena cinta yang seharusnya saya cari...
adalah cinta dari Allah, Rabbku!!

Karena hanya kepada Allah lah saya berdoa,
menggantungkan harapan dan meminta.
Karena saya harus sadar sebagai manusia,
saya memiliki keterbatasan terlalu naïf
dalam menjalani kehidupan yang saya jalani.

Saya jadi teringat dengan kehidupan Rasulullah
yang begitu sederhana dan penuh penderitaan saat beliau kecil.
Beliau seorang yatim piatu yang sangat miskin, tetapi beliau ridha.
Beliau pernah hidup sangat fakir
tetapi beliau begitu ikhlas terhadap semuanya,
begitu ridha terhadap Rabb-Nya.
Begitu ridha saat semua orang-orang yang dia cintai pergi meninggalkannya,
begitu ridha saat begitu banyak orang yang membencinya dan ingin mencelakainya.
Beliau begitu pasrah, begitu ikhlas menerima semua.

Ya Rabb, alangkah malunya hambaMu ini
yang sering merasa putus asa dalam menghadapi cobaanMu
yang sungguh tak ada seujung jari pun dari cobaan yang diterima oleh Rasulullah.

Hari ini kembali saya merasa Allah begitu menyayangi saya,
saya berada di sekeliling orang-orang yang mencintai dan sangat saya sayangi.
Selama ini saya baru sadar bahwa Allah sering mengabulkan doa-doa saya
tetapi terlalu sering saya melupakan dan tak menghiraukannya. Astaghfirullah…hanya Allah yang tahu apa yang ada dalam hati saya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/11/16288/muhasabah-hatiku/#ixzz1fD0PZUFM


terima kasih menjenguk blog saya!

No comments:

Post a Comment